SpongeBob SquarePants
Breaking News
Loading...
SpongeBob SquarePants
  • New Movies
  • Recent Games
  • Tech Review

Tab 1 Top Area

Tech News

Free INDONESIA Cursors at www.totallyfreecursors.com

Game Reviews

Recent Post

Kamis, 21 Februari 2019
no image

BAB VIII DESAIN SISTEM SECARA TERINCI


BAB VIII DESAIN SISTEM SECARA TERINCI
DESAIN SISTEM SECARA TERINCI
desain sistem secara terinci merupakan komponen – komponen sistem informasi yang dirancang dengan tujuan untuk dikomunikasikan kepada programmer agar dapat dituangkan dalam bentuk program aplikasi.
Pembuatan rancang bangun yang jelas dan lengkap untuk nantinya digunakan untuk pembuatan program komputernya.
Komponen Desain Sistem Secara Terinci
1.      Desain Input Terinci
Masukan (input) merupakan awal dimulainya proses informasi. Bahan mentah dari informasi adalah data yang terjadi dari transaksi-transaksi yang dilakukan oeh organisasi . Data dari hasil transaksi merupakan masukan untuk sistem informasi.
Dokumen dasar merupakan formulir yang digunakan untuk menangkap (capture) data yang terjadi. Data yang sudah dicatat di dokumen dasar kemudian dimasukkan sebagai input ke sistem informasi untuk diolah.

Mengatur Tata Letak Isi Input
Tujuannya :
·         Bagi pemakai sistem digunakan untuk menilai isi dan bentuk dari input apakah sudah sesuai dengan yang diinginkan atau belum.
·         Bagi programmer akan digunakan sebagai dasar pembuatan program untuk menghasilkan input yang diinginkan. Programmer membutuhkan desain input ini untuk menentukan posisi kolom, baris, dan informasi yang arus disajikan di suatu input.

2.      Desain Output Terinci
Pada tahap desain output secara umum, desain output ini hanya dimaksudkan untuk menentukan kebutuhan output dari sistem baru. Output apa saja yang dibutuhkan untuk sistem yang baru? Desain output secara umum dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan ini. Bagaimana dan seperti apa bentuk dari output-output tersebut?
Desain output terinci dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan ini. Desain output yang akan dibahas pada bab ini adalah untuk output berbentuk laporan dimedia keras seperti kertas. Desain output di media lunak dalam bentuk dialog di layar terminal akan dibahas selanjutnya.
Bentuk Laporan
Bentuk dari laporan yang dihasilkan oleh sistem informasi, yang paling banyak digunakan adalah dalam bentuk tabel dan berbentuk grafik atau bagan.
Mengatur Tata Letak Isi Output
Pengaturan isi dari output akan secara langsung menentukan kemudahan dari output untuk dipahami dan dimengerti. Pengaturan tata letak output merupakan pekerjaan desain yang penting dan sangat diperlukan baik bagi pemakai sistem maupun bagi programmer. Bagi pemakai sistem digunakan untuk menilai isi dan bentuk dari output apakah sudah sesuai yang diinginkan atau belum.
Bagi programmer akan digunakan sebagai dasar pembuatan program untuk menghasilkan output yang diinginkan. Programmer membutuhkan desain output ini untuk menentukan posisi kolom, baris dan informasi yang harus disajikan disuatu output. Pengaturan tata letak isi output yang akan dicetak diprinter dapat digunakan alat bagan tata letak printer (printer layout chart) dan kamus data output.
3.      Desain Dialog Layar Terminal
Merupakan rancang bangun dari percakapan antara pemakai sistem (user) dengan komputer. Percakapan ini dapat terdiri dari proses memasukkan data ke sistem, menampilkan output informasi kepada user atau dapat keduanya.
Terdapat beberapa strategi membuat dialog layar komputer :
·         MENU
Banyak digunakan dalam dialog karena merupakan jalur pemakai (user interface) yang mudah dipahami dan mudah digunakan. Menu berisi dengan beberapa alternatif  atau option atau pilihan yang disajikan kepada user.
·         KUMPULAN INSTRUKSI (Instruction Set)
Strategi dialog ini dilakukan dengan menuliskan suatu instruksi oleh user dan sistem akan mengaktifkan instrusi tersebut serta memberikan respon jawaban.
·         DIALOG PERTANYAAN ( Question Dialog)
Sistem akan menampilkan terlebih dahulu pertanyaan dan user akan menjawabnya.
4.      Desain Database Terinci
Ditahap desain secara umum sebelumnya, desain database hanya dimaksudkan untuk mengidentifikasi kebutuhan file-file database yang diperlukan oleh sistem informasi saja. Pada tahap desain terinci ini, desain database dimaksudkan untuk mengidentifikasi isi atau struktur dari tiap-tiap file yang telah diidentifikasi didesain secara umum.
Elemen-elemen data disuatu file database harus dapat digunakan untuk pembuatan suatu output. Demikian juga dengan input yang akan direkam di database, file-file database harus mempunyai elemen-elemen untuk menampung input yang dimasukkan. Untuk dapat merancang database terinci digunakan teknik normalisasi.

5.      Desain Teknologi Terinci
Pada desain teknologi secara umum telah ditentukan jenis dan jumlah dari teknologi yang akan digunakan. Yang belum didefinisikan secara pasti pada tahap ini adalah kapasitas dari teknologi simpanan luar yang akan digunakan. Kapasitas simpanan luar yang telah didefinisikan pada tahap desain secara umum hanya ditaksir secara kira-kira terlebih dahulu berdasarkan pengalaman analis sistem.
Setelah file-file database berhasil didesain secara rinci, kebutuhan kapasitas simpanan luar sekarang dapat dihitung dengan lebih tepat. Besarnya kapasitas simpanan luar yang dibutuhkan oleh sistem informasi dapat dihitung berdasarkan besarnya file-file database yang akan menimpan data untuk satu periode tertentu.


Minggu, 17 Februari 2019
BAB VII DESAIN SISTEM SECARA UMUM

BAB VII DESAIN SISTEM SECARA UMUM


BAB VII DESAIN SISTEM SECARA UMUM
TUJUAN DESEAIN SISTEM SECARA UMUM
Tujuan dari desain sistem secara umum adalah untuk memberikan gambaran secara umum kepada user tentang sistem yang baru. Desain sistem merupakan persiapan dari desain terinci dan mengidentifikasikan komponen-komponen sistem informasi yang akan didesain secara rinci. Desain terinci dimaksudkan untuk pemrograman komputer dan ahli teknik lainnya yang akan mengimplementasikan sistem. Tahap desain sistem secara umum dilakukan setelah tahap analisis sistem selesai dilakukan dan hasil analisis disetujui oleh manajemen.
Pada desain sistem informasi, semua teknik-teknik yang digunakan di tahap analisis sistem dapat juga digunakan pada tahap ini, misal flowchart dan formulir-formulir. Di samping itu terdapat beberapa teknik lain yang dapat diterapkan pada tahap desain sistem ini yiatu teknik sketsa (dilakukan dengan menggunakan lembar kosong untuk sketsa desain) dan prototyping (pembuatan asuatu model kerja dari sistem  final) secepat mungkin. Sistem prototype ini kemudian dapat diperiksa oleh user untuk menentukan apakah sudah sesuai dengan yang diinginkan. Pendekatan prototype pada tahp desain sistem ini disebut dengan design by prototyping. Prototype di review olwh user, perubahan-perubahan baru kemudian di kembangkan. Proses ini disebut dengan prototype Loop.

KOMPONEN DESAIN SISTEM SECARA UMUM
Desain Model Secara Umum
Sistem analisis dapat mendesain model dari sistem informasi yang diusulkan dalam bentuk Physical System dan Logical Model. Bagan alir sistem (systems flowchart) merupakan alat yang yang tepat digunakan untuk menggambarkan physical system. Dan Logical Model dapat digambarkan dengan Data Flow Diagram (DFD).
·         Physical System
System flowchart dapat didefinisikan sebagai bagan yang menunjukkan arus pekerjaan secara keseluruhan dari sistem. Bagan ini menjelaskan urut-urutan dari prosedur-prosedur yang ada di dalam sistem. Bagan alir sistem menunjukkan apa yang dikerjakan di sistem.
Simbol dan Notasi Flowchart dipakai sebagai alat Bantu menggambarkan proses di dalam program. Dan dibagi menjadi tiga kelompok :

Flow Direction Symbols
Dipakai untuk menggabungkan antara symbol yang satu dengan symbol lainnya.

Symbol
Nama
Keterangan
Symbol Off-line Connector
Simbol untuk keluar/masuk prosedure atau proses dalam lembar/halaman yang lain.
Symbol Connector
Simbol untuk keluar/masuk prosedur atau proses dalam   lembar/halaman yang sama.

Processing symbols
Menunjukkan jenis operasi pengolahan dalam suatu prosedure.

Simbol
Nama
Keterangan
Symbol Process
Simbol yang menunjukkan pengolahan yang dilakukan oleh computer.
Symbol Manual Operation
Simbol yang menunjukkan pengolahan yang  tidak dilakukan oleh computer.
Symbol Decision
Simbol untuk kondisi yang akan menghasilkan beberapa   kemungkinan jawaban/aksi.
Symbol Predefined Process
Simbol ini berfungsi untuk mempersiapkan penyimpanan yang akan digunakan sebagai tempat pengolahan di dalam storage.
Symbol Terminal
Simbol untuk permulaan atau akhir dari suatu program.
Symbol Off-line Storage
Simbol yang menunjukkan bahwa data di dalam symbol ini akan disimpan.
Symbol Keying Operation
Simbol operasi dengan menggunakan mesin yang mempunyai keyboard.

Input-output symbols
Menyatakan jenis peralatan yang digunakan sebagai media input atau output.

Simbol
Nama
Keterangan
Symbol input-output
Symbol yang menyatakan proses input dan output tanpa tergantung dengan jenis peralatannya.
Symbol magnetic-tape unit
Symbol yang menyatakan input berasal pita magnetic atau output disimpan ke pita magnetic.
Symbol punched card
Symbol yang menyatakan input berasal dari kartu atau output ditulis ke kartu.
Symbol disk and on-line storage
Symbol untuk menyatakan input berasal dari disk atau output disimpan ke disk.
Symbol dokumen
symbol yang menyatakan input berasal dari dokumen dalam bentuk kertas atau output dicetak ke kertas.



Contoh flowchart menentukan bilangan genap dan bilangan ganjil.


1.           Logical Model
Data Flow Diagram digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika.
DFD berfungsi untuk menggambarkan proses aliran data yang terjadi di dalam sistem dari tingkat yang tertinggi sampai yang terendah, yang memungkinkan kita untuk melakukan dekomposisi, mempartisi atau membagi sistem kedalam bagian-bagian yang lebih kecil dan yang lebih sederhana (Hartono, 1999:684).
Tingkatan – tingkatan pada DFD adalah sebagai berikut:
a)      Diagram konteks : Diagram ini adalah diagram level tertinggi dari DFD yang menggambarkan hubungan system dengan lingkungannya.
b)      Diagram level Zero : Diagram ini adalah dekomposisi dari diagram konteks. Merupakan diagram yang menggambarkan proses-proses utama system dan alur datanya.
c)      Diagram level satu : Diagram ini merupakan dekomposisi dari diagram level zero.
d)      DFD level dua,tiga, … : Diagram ini merupakan dekomposisi dari level sebelumnya.
e)      Entity Relationship Diagram : Model Entity Relationship adalah suatu penyajian data dengan menggunakan Entity dan Relationship.
Pedoman Menggambarkan Data Flow Diagram
1.      Identifikasikan terlebih dahulu semua kesatuan luar yang terlibat di sistem
2.      Identifikasikan semua input dan output yang terlibat dengan kesatuan luar.
3.      Gambarkan terlebih dahulu suatu disgram konteks. Dari diagram konteks ini akan digambar dengan lebih rinci lagi yang disebut dengan level 0. Tiap-tiap proses di level 0 akan digambar secara lebih rinci lagi disebut dengan level 1. Tiap- tiap proses di level 1akan digambar secara lebih rinci lagi disebut dengan level 2 dan seterusnya sampai tiap-tiap proses tidak dapat digambar lebih terinci lagi.
4.      Gambarkan bagan berjenjang untuk semua proses yang ada di sistem terlebih dahulu. Bagan berjenjang digunakan untuk mempersiapkan penggambaran DAD ke level-level lebih bawah lagi.
5.      Gambarlah sketsa DAD untuk diagram level 0 berdasarkan proses di bagan berjenjang.
6.      Gambarlah DAD untuk level-level berikutnya yaitu level 1 dan seterusnya untuk tiap-tiap proses yang dipecah-pecah sesuai dengan bagan berjenjangnya.
Desain Input Secara Umum
Langkah-langkah desain input  secara umum adalah :
1.      Menentukan kebutuhan input dari sistem informasi
2.      Menentukan parameter dari desain input tersebut.
       Contoh :         
       Data Mahasiswa
 

Desain Output Secara Umum
Langkah-langkah desain output secara umum adalah :
1.      Menentukan kebutuhan output dari sistem informasi
2.      Menentukan parameter dari desain output tersebut
Contoh : 
       
 

Desain Database Secara Umum
Database dibentuk dari kumpulan file. Sedangkan file dibentuk dari kumpulan record. Dan record dibentuk dari kumpulan field. Sedangkan field merupakan kumpulan dari item data. Item data dapat berupa huruf, angka, atau simbol-simbol khusus.
Langkah-langkah desain database secara umum :
1.    Menentukan kebutuhan file pada sistem informasi
2.   Menentukan parameter dari desain database tersebut : Type File, Media File, Organisasi File & key field dari file tersebut.
Contoh :
Nama File
Tipe File
Media File
Organisasi File
Primary Key
Mahasiswa
Master
Harddisk
Direct Access File
NIM
Dosen
Master
Harddisk
Direct Access File
Kode_Dosen
Mata Kuliah
Master
Harddisk
Direct Access File
Kode_Mk
Prodi
Master
Harddisk
Direct Access File
Kode_Prodi
KRS
Transaksi
Harddisk
Direct Access File
No_KRS
Data Biaya
Master
Harddisk
Direct Access File
No_Kuitansi
Jadwal
Transaksi
Harddisk
Direct Access File
Kode_Jadwal
Nilai
Master
Harddisk
Direct Access File
Kode_Nilai

Desain Teknologi Secara Umum
Untuk tahap desain teknologi secara umum, langkah pertama perlu dilakukan oleh analis adalah mengidentifikasi jenis dari teknologiyang dibutuhkan, baik yang berkaitan dengan penggunaan hardware (perangkat keras), software (perangkat lunak) dan brainware yaitu personil yang terlibat dengan sistem informasi. Kemudian langkah kedua adalah menentukan jumlah yang dibutuhkan dalam penggunaan hardware maupun software untuk sistem informasi tersebut.



Copyright © 2014 PEMBELAJARAN All Right Reserved