BAB VI DESAIN SISTEM
BAB VI DESAIN SISTEM
A. Desain
Sistem
Setelah
tahap analisis sistem selesai dilakukan, maka analis sistem telah mendapatkan
gambaran dengan jelas apa yang harus dikerjakan. Tiba waktunya sekarang bagi
analis sistem untuk memikirkan bagaimana membentuk system tersebut. Tahap ini
disebut dengan desain sistem. Desain system dapat dibagi dalam dua bagian,
yaitu desain sistem secara umum dan desain sistem terinci.
Menurut
George M. Scott: Adalah Desain sistem menentukan bagaimana suatu sistem akan
menyelesaikan apa yang mesti diselesaikan; tahap ini menyangkut mengkonfiguras
dari komponen- komponen perangkat Lunak dan perangkat keras dari suatu sistem
sehingga setelah instalasi dari sistem akan benar-benar memuaskan rancang
bangun yang telah di tetaplan pada akhir tahap analisis sistem).
Sedangkan
Menurut John Burch & Gary Grudnitski: Desain sistem dapat didefinisikan
sebagai penggambaran,dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa
terpisah ke daIam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi.
Dengan
demikian Desain Sistem dapat diartikan sebagai berikut :
1. Tahap
setelah analis dari siklus pengembangan system
2. Pendefinisian
dari kebutuhan-kebutuhan fungsional
3. Persiapan
untuk rancang bangun implementasi
4. Menggambarkan
bagaimana system terbentuk yang dapat berupa penggambaran, perencanaan dan
pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang yang terpisah
kedalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi
5. Termasuk
menyangkut mengkonfigurasi dari komponen-komponen perangkat lunak dan perangkat
keras dari suatu system.
Pendekatan yang dapat
dilakukan pada desain sistem ada 2 yaitu pendekatan terstruktur dan pendekatan
berorientasi objek
Pendekatan
perancangan sistem Terstruktur merupakan metode yang pendekatannya pada proses,
karena metode ini mencoba melihat sistem dari sudut pandang logical dan juga
melihat data sebagai sumber proses. Di dalam penggambaran datanya, metode ini
menggunakan Data Flow Diagram (DFD), Normalisasi, E-R Diagram(ERD) dan lainnya.
Pendekatan
perancangan system berorientasi Objek menekankan pada data dan proses dan dapat
membantu memudahkan dalam memecahkan permasalahan karena hal ini sangat baik
untuk deskripsi dari setiap entitas. Karena informasi dari encapsulation,
perancangan berorientasi objek umumnya mengarah ke sistem dimana sistem data
yang kurang atau mungkin rusak dalam hal error program.
Pendekatan
terstruktur lebih dikenal dengan Structured Analisys and Design (SSAD),
sedangkan pendekatan berorientasi objek disebut dengan Object-oriented Analysis
and Design (OOAD).
Pendekatan
terstruktur lebih mengarah pada pendekatan fungsional. Pada pendekatan
berorientasi objek lebih melakukan pendekatan pada objek. Objek merupakan
identitas berarti bahwa data diukur mempunyai nilai tertentu yang membedakan
entitas.
Beberapa
keunggulan pendekatan terstruktur dibandingkan dengan pendekatan berorientasi
objek adalah pendekatan terstruktur tidak fokus pada koding, sedangkan
pendekatan berorientasi objek cenderung fokus terhadap koding. Keunggulan yang
lain adalah pada pendekatan terstruktur lebih menekankan pada kinerja tim,
sedangkan pendekatan berorientasi tidak.
METODE TERSTRUKTUR
Kelebihan
·
Milestone diperlihatkan dengan jelas yang
memudahkan dalam manajemen proyek
·
SSAD merupakan pendekatan visual, ini
membuat metode ini mudah dimengerti oleh pengguna atau programmer.
·
Penggunaan analisis grafis dan tool
seperti DFD menjadikan SSAD menjadikan bagus untuk digunakan.
·
SSAD merupakan metode yang diketahui
secara umum pada berbagai industry.
·
SSAD sudah diterapkan begitu lama sehingga
metode ini sudah matang dan layak untuk digunakan.
·
SSAD memungkinkan untuk melakukan validasi
antara berbagai kebutuhan
·
SSAD relatif simpel dan mudah dimengerti.
Kekurangan
·
SSAD berorientasi utama pada proses,
sehingga mengabaikan kebutuhan non-fungsional.
·
Sedikit sekali manajemen langsung terkait
dengan SSAD
·
Prinsip dasar SSAD merupakan pengembangan
non-iterative (waterfall), akan tetapi kebutuhan akan berubah pada setiap
proses.
·
Interaksi antara analisis atau pengguna
tidak komprehensif, karena sistem telah didefinisikan dari awal, sehingga tidak
adaptif terhadap perubahan (kebutuhan-kebutuhan baru).
·
Selain dengan menggunakan desain logic dan
DFD, tidak cukup tool yang digunakan untuk mengkomunikasikan dengan pengguna,
sehingga sangat sliit bagi pengguna untuk melakukan evaluasi.
·
Pada SAAD sliit sekali untuk memutuskan
ketika ingin menghentikan dekomposisi dan mliai membuat sistem.
·
SSAD tidak selalu memenuhi kebutuhan
pengguna.
·
SSAD tidak dapat memenuhi kebutuhan
terkait bahasa pemrograman berorientasi obyek, karena metode ini memang
didesain untuk mendukung bahasa pemrograman terstruktur, tidak berorientasi
pada obyek (Jadalowen, 2002).
METODE
BERORIENTASI OBYEK
Kelebihan
·
Dibandingkan dengan metode SSAD, OOAD
lebih mudah digunakan dalam pembangunan sistem
·
Dibandingkan dengan SSAD, waktu
pengembangan, level organisasi, ketangguhan,dan penggunaan kembali (reuse) kode
program lebih tinggi dibandingkan dengan metode OOAD (Sommerville, 2000).
·
Tidak ada pemisahan antara fase desain dan
analisis, sehingga meningkatkan komunikasi antara user dan developer dari awal
hingga akhir pembangunan sistem.
·
Analis dan programmer tidak dibatasi
dengan batasan implementasi sistem, jadi desain dapat diformliasikan yang dapat
dikonfirmasi dengan berbagai lingkungan eksekusi.
·
Relasi obyek dengan entitas (thing)
umumnya dapat di mapping dengan baik seperti kondisi pada dunia nyata dan
keterkaitan dalam sistem. Hal ini memudahkan dalam mehami desain (Sommerville,
2000).
·
Memungkinkan adanya perubahan dan
kepercayaan diri yang tinggi terhadap kebernaran software yang membantu untuk
mengurangi resiko pada pembangunan sistem yang kompleks (Booch, 2007).
·
Encapsliation data dan method, memungkinkan
penggunaan kembali pada proyek lain, hal ini akan memperingan proses desain,
pemrograman dan reduksi harga.
·
OOAD memungkinkan adanya standarisasi
obyek yang akan memudahkan memahami desain dan mengurangi resiko pelaksanaan
proyek.
·
Dekomposisi obyek, memungkinkan seorang
analis untuk memcah masalah menjadi pecahan-pecahan masalah dan bagian-bagian
yang dimanage secara terpisah. Kode program dapat dikerjakan bersama-sama.
Metode ini memungkinkan pembangunan software dengan cepat, sehingga dapat
segera masuk ke pasaran dan kompetitif. Sistem yang dihasilkan sangat fleksibel
dan mudah dalam memelihara.
Kekurangan
·
Pada awal desain OOAD, sistem mungkin akan
sangat simple.
·
Pada OOAD lebih fockus pada coding
dibandingkan dengan SSAD.
·
Pada OOAD tidak menekankan pada kinerja
team seperti pada SSAD.
·
Pada OOAD tidak mudah untuk mendefinisikan
class dan obyek yang dibutuhkan sistem.
·
Sering kali pemrogramam berorientasi obyek
digunakan untuk melakukan anlisisis terhadap fungsional siste, sementara metode
OOAD tidak berbasis pada fungsional sistem.
·
OOAD merupakan jenis manajemen proyek yang
tergolong baru, yang berbeda dengan metode analisis dengan metode terstruktur.
Konsekuensinya adalah, team developer butuh waktu yang lebih lama untuk
berpindah ke OOAD, karena mereka sudah menggunakan SSAD dalam waktu yang lama (
Hantos, 2005).
·
Metodologi pengembangan sistem dengan OOAD
menggunakan konsep reuse. Reuse merupakan salah satu keuntungan utama yang
menjadi alasan digunakannya OOAD. Namun demikian, tanpa prosedur yang emplisit
terhadap reuse, akan sangat sliit untuk menerapkan konsep ini pada skala besar
(Hantos, 2005).
Tujuan Desain Sistem
Tahap
desain sistem mempunyai dua maksud atau tujuan utama. Yaitu
sebagai berikut ini :
sebagai berikut ini :
1) Untuk
memenuhi kebutuhan kepada pemakai sistem.
2) Untuk
memberikan gambaran gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada
pemograman computer dan ahli-ahli teknik lainnya yang terlibat
Tujuan
kedua ini lebih condong pada desain sistem yang terinci, yaitu pembuatan
rancang bangun yang jelas dan lengkap untuk nantinya digunakan sebagai
pembuatan program komputernya. Untuk mencapai tujuan ini. analis sistem hurus
dapat mencapai sasaran-Sasaran sebagai berikut :
1) Desain
sistem harus berguna, mudah dipahami dan nantinya mudah digunakan. Ini berarti
bahwa data harus mudah ditangkap, metode-metode baru mudah diterapkan dan
informasi harus mudah dihasilkan serta mudah dipahami dan digunakan.
2) Desain
system harus dapat mendukung tujuan perusahaan sesuai dengan yang telah
didefinisikan pada tahap perencanaan system yang dilanjutkan pada analisi syste
3) Desain
system harus efisien agar dapat mendukung pengolahan transaksi, pelaporan
manajemen dan mendukung keputusan yang akan dilakukan oleh manajemen, termasuk
tugas-tugas yang lainnya yang tdak dilakukan oleh computer
4) Desain
system harus dapat mempersiapkan rancang bangun yang terinci untuk
masing-masing komponen dari system informasi yang meliputi data dan informasi
simpanan data, metode, prosedur-prosedur, orang-orang, perangkat keras
perangkat lunak dan pengendalian intern.
Personil yang terlibat
Pekerjaan
desain sistem dilakukan oleh analis sistem dan personil-personil teknik
lainnya, seperti misalnya spesialis pengendalian , personil penjamin kualitas ,
Spesialis komunikasi dan lain sebagainya.
Bagaimana
dengan pemakai-pemakai system (user)! Apakah pemakai sistem juga harus terlibat
dalam tahap ini? Banyak orang yang setuju bahwa keterlibatan pemakai system
sangat penting selama tahap analisis sistem.
Akan
tetapi bagaimana di tahap desain sistem ini? Banyak analis sistem yang
mendisain sistem ini tanpa partisipasi yang berarti dari pemakai sistem. Hasil
dari ketidak-terlibatan pemakai sistem ini akan mengakibatkan kurang puasnya
pemakai sistem terhadap cara sistem berkerja (bahkan sistem tidak dapat
memenuhi kebutuhan pemakai).
Oleh
karena alasan ini, maka pemakai sistem seharusnya juga terlibat dalam tahap
desain sistem. Pemakai sistem paling tidak dapat mengkaji ulang
komponen-komponen sistem informasi yang didesain. Misalnya pemakai sistem
seharusnya mengkaji ulang tata letak (layout) dari semua laporan-laporan dan
bentuk-bentuk tampilan di layar terminal. Pemakai sistem juga seharusnya
menilai arus percakapan dari dialog di layar terminal.
Pemakai
sistem juga seharusnya menilai cara penangkapan data, pengolahan dari data
tersebut dan disrtibusi informasinya.
Tekanan-tekanan desain
Tekanan-tekanan
desain adalah tekanan-tekanan yang harus dipertimbangkan dalam mendesain suatu
sistem informasi supaya dapat mengenai sasarannya. Supaya sukses, analis sistem
harus mempertimbangkan tekanan-tekanan desain (design forces) yang ada dan
bagaimana tekanan-tekanan ini mempengaruhi proyek sistem informasi. Ambillah
contoh desain suatu mobil sebasai analoginya. Semua mobil terdiri dari blok
blok bangunan yang sama yaitu sebuah bodi mobil, interiornya,
instrumen-instrumtnnya. kendali kemudii (kemudi, pedal rem,pedal gas dan lain
sebagainya). Roda-roda, gandar-gandar dan suatu mesin yang terbentuk dari suatu
unit tenaga, sumber energi, transmisi-transmisi dan gear-gear. Akan tetapi
karena adanya sejumlah tekanan-tekanan desain, bentuk dan isi dari blok-blok
bangunan mobil ini telah berubah dari waktu ke waktu. misalnva, pengendalian
polusi, keamanan yang ditingkatkan dan pemakaian bahan bakar yang harus lebih
hemat memaksa mobil untuk didesain kembali keseluruhannya. Beberapa industri
mobil beberapa tahun yang lalu kurang mempcrhatikan pada pemenuhan selera pasar
dan banyak yang merancang mobil yang tidak dapat diterima oleh konsumen.
Setelah pabrik-pabrik mobil ini berhenti merancang mobil tersebut dan mulai
merancang kembali dengan memperhatikan desain forces mereka mendapatkan kembali
jalur pemasarannya. Kesadaran akan desain forces ini mengikuti dengan pasti
telah mengembalikan pabrik-pabrik mobil ini kepada operasi yang menguntungkan.
Perancang sistem informasi juga harus memperhatikan sejumlah desain forces yang
mempengaruhi kerjanya, yaitu:
·
integrasi (intagration),
·
jalur pemakai/sistem (user/system
intarface),
·
tekanan-tekanan persaingan
·
kualitas dan kegunaan informasi
·
kebutuhan-kebutuhan sistem
·
kebutuhan-kcbutuhan pengolahan data
·
faktor-faktor organisasi
·
kebutuhan-kebutuhan biaya efektifitas
·
kebutuhan-kebutuhan kelayakan
Desain sistem sendiri dapat dibagi menjadi
dua bagian, yaitu :
1. Desain
Sistem Secara Umum ( General System Design )
Tujuan
dari system secara umum adalah untuk memberikan gambaran secara umum kepada
user tentang system yang baru. Desain system secara umum merupakan persiapan
dari desain terinci. Desain secara umum mengindentifikasikan komponen-komponen
system informasi yang akan didesain secara rinci. Desain terinci dimaksudkan
untuk pemograman komputer dan ahli teknik yang mengimplementasikan sistem.
2. Desain
Sistem Secara Rinci ( Detailed System design)
Komponen desain sistem secara terinci :
·
Desain input terinci
masukan
(input) merupakan awal dimulainya proses informasi. bahan mentah dari informasi
adalah data yang terjadi dari transaksi-transaksi yang dilakukan oeh organisasi
. data dari hasil transaksi merupakan masukan untuk sistem informasi.
dokumen
dasar merupakan formulir yang digunakan untuk menangkap (capture) data yang
terjadi. data yang sudah dicatat di dokumen dasar kemudian dimasukkan sebagai
input ke sistem informasi untuk diolah.
·
Desain output terinci
pada
tahap desain output secara umum, desain output ini hanya dimaksudkan untuk
menentukan kebutuhan output dari sistem baru.
·
Desain dialog layar terminal
merupakan
rancang bangun dari percakapan antara pemakai sistem (user) dengan komputer.
percakapan ini dapat terdiri dari proses memasukkan data ke sistem, menampilkan
output informasi kepada user atau dapat keduanya.
·
Desain database terinci
Ditahap
desain secara umum sebelumnya, desain database hanya dimaksudkan untuk
mengidentifikasi kebutuhan file-file database yang diperlukan oleh sistem
informasi saja. Pada tahap desain terinci ini, desain database dimaksudkan
untuk mengidentifikasi isi atau struktur dari tiap-tiap file yang telah
diidentifikasi didesain secara umum.
Elemen-elemen
data disuatu file database harus dapat digunakan untuk pembuatan suatu output.
Demikian juga dengan input yang akan direkam di database, file-file database
harus mempunyai elemen-elemen untuk menampung input yang dimasukkan. Untuk
dapat merancang database terinci digunakan teknik normalisasi
·
Desain teknologi terinci
Pada
desain teknologi secara umum telah ditentukan jenis dan jumlah dari teknologi
yang akan digunakan. Yang belum didefinisikan secara pasti pada tahap ini
adalah kapasitas dari teknologi simpanan luar yang akan digunakan. Kapasitas
simpanan luar yang telah didefinisikan pada tahap desain secara umum hanya
ditaksir secara kira-kira terlebih dahulu berdasarkan pengalaman analis sistem.
Setelah
file-file database berhasil didesain secara rinci, kebutuhan kapasitas simpanan
luar sekarang dapat dihitung dengan lebih tepat. Besarnya kapasitas simpanan
luar yang dibutuhkan oleh sistem informasi dapat dihitung berdasarkan besarnya
file-file database yang akan menimpan data untuk satu periode tertentu.
ANALISIS DAN PERANCANGAN
SISTEM
Analisis
adalah suatu kegiatan dalam mempelajari serta mengevaluasi suatu bentuk
permasalahan atau kasus yang terjadi.
Perancangan
adalah suatu kegiatan membuat desain teknis berdasarkan evaluasi yang telah
dilakukan pada kegiatan analisis.
Sistem
adalah seperangkat elemen-elemen yang terdiri atas manusia, mesin atau alat dan
prosedur serta konsep-konsep yang dihimpun menjadi satu guna mencapai tujuan
bersama.
Gambaran Sistem Lama :
Prosedur Sistem Lama
1. Mahasiswa
dan dosen menanyakan kebagian informasi mengenai letak posisi ruangan
perkuliahan.
2. Bagian
informasi mencari data informasi ruangan yang telah terekam oleh data base.
3. Bagian
informasi memberikan informasi kepada mahasiswa atau dosen yang menanyakan
mengenai informasi tentang letak posisi ruangan perkuliahan.
Rencana Sistem Baru
Prosedur
Sistem Baru
1. Data
jadwal beserta ruang kelas dan dosen di inputkan.
2. Data
yang telah di inputkan masuk kedalam database.
3. Pengguna
dapat mencari data melalui system, kemudian database menampilkan informasi
sesuai perintah pengguna.
Rencana Basis Data (DATABASE)
|
Nama
File
|
Tipe
File
|
Media
File
|
Organisasi
File
|
Primary
Key
|
|
Mata Kuliah
|
Master
|
Harddisk
|
Direct Access File
|
Kode MK
|
|
Nama Dosen
|
Master
|
Harddisk
|
Direct Access File
|
Kode Dosen
|
|
Semester
|
Master
|
Harddisk
|
Direct Access File
|
-
|
|
Kelas
|
Master
|
Harddisk
|
Direct Access File
|
Kode Kelas
|
|
Nama Gedung
|
Master
|
Harddisk
|
Direct Access File
|
Kode Gedung
|
|
Ruangan
|
Master
|
Harddisk
|
Direct Access File
|
Kode Ruangan
|
Desain Input
Desain
Output




0 komentar:
Posting Komentar