SpongeBob SquarePants
Breaking News
Loading...
SpongeBob SquarePants
  • New Movies
  • Recent Games
  • Tech Review

Tab 1 Top Area

Tech News

Free INDONESIA Cursors at www.totallyfreecursors.com

Game Reviews

Recent Post

Kamis, 21 Februari 2019
no image

BAB XI IMPLEMENTASI SISTEM


BAB XI IMPLEMENTASI SISTEM

A.    Definisi
Implementasi Sistem adalah tahap meletakkan sistem supaya siap untuk dioperasikan.
B.     Langkah-langkah pada tahap implementasi sistem:
1.      MENETAPKAN RENCANA IMPLEMENTASI
Adalah untuk mengatur biaya dan waktu yang dibutuhkan selama tahap sistem diterapkan pada suatu organisasi.
2.      MELAKUKAN KEGIATAN IMPLEMENTASI
Ada lima kegiatan yang dilakukan pada langkah ini yaitu:
a)      Pemilihan & Pelatihan Personil
Personil-personil yang terlibat di dalam sistem informasi adalah:
·         Tugas-tugas Input-Output Data: Personil-personil yang terlibat dalam menangani pemasukan data dan distribusi dari output.
·         Tugas-tugas Operasi: Personil-personil yang menangani jalannya operasi pengolahan data yang tidak terlibat secara langsung dengan tugas I/O.
·         Tugas-tugas Pemrograman: Personil-personil yang menulis program-program komputer.
·         Tugas-tugas Analis Sistem: Personil-personil yang akan mengembangkan sistem.
Pelatihan Karyawan, dapat dilakukan dengan:
·         Pelatihan (Training): Personil yang masuk dalam kategori ini adalah personil-personil yang akan mengoperasikan sistem yaitu mereka yang terlibat dalam tugas mempersiapkan input, memproses data, mengoperasikan sistem, merawat & menjaga sistem.
·         Pendidikan (Education): Personil-personil yang masuk dalam kategori ini adalah mereka yang membutukan & menggunakan sistem misalnya salesman, akuntan dll. Pendidikan ini lebih ditekankan pada bagaimana kerja dari sistem dan bagaimana cara mengoperasikan sistem.

b)      Pemilihan Tempat & Instalasi Perangkat Keras dan Lunak
Sistem komputer yang besar membutuhkan tempat dengan lingkungan yang lebih harus diperhitungkan. Persiapan fisik ini meliputi: AC untuk mengatur temperatur ruangan, penerangan-penerangan yang cukup, pendeteksi kebakaran, penyedia alat telekomunikasi dll. Langkah selanjutnya adalah menginstalasi perangkat keras & lunak.
c)      Pemrograman & Pengetesan Program
Pemrograman adalah kegiatan menulis kode program yang akan diproses oleh komputer. Setelah programmer selesai membuat program yang sesuai dengan desain sistem yang telah dibuat oleh Sistem Analis dan sebelum program diterapkan, maka program harus bebas terlebih dahulu dari kesalahan-kesalahan. Oleh sebab itu, program harus ditest untuk menemukan kesalahan-kesalahan.
d)      Pengetesan Sistem
Kegiatan ini dilakukan untuk memeriksa kekompakan antar komponen sistem yang diimplementasikan. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa elemen-elemen dari sistem telah berfungsi sesuai dengan yang diharapkan.
e)      Konversi Sistem
Merupakan proses untuk meletakkan sistem baru supaya siap mulai untuk dapat digunakan. Bisa juga diartikan yaitu suatu proses untuk menerapkan atau mengimplementasikan suatu sistem baru agar dapat dioperasikan secara tepat dan benar.
C.     Bentuk – Bentuk dari Konversi Sistem
Teknik Konversi Sistem  yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan sistem baru adalah :
1)      Konversi Langsung (CUT OVER)
2)      Konversi Paralel (PARALEL RUN)
3)      Konversi Percontohan (PILOT APPROACH)
4)      Konversi Bertahap (PHASE IN CONVERTION)
Keuntungan dah kekurangan dari masing – masing teknik
1.      KONVERSI LANGSUNG (CUT OVER)
Pada teknik konversi  langsung ini, sistem yang lama dihentikan sama sekali, dan sistem yang baru mulai dioperasikan.
Keuntungan
·         Teknik konversi ini, baik dilakukan untuk sistem yang tidak terlalu besar
·         Biaya konversi sistem yang harus dikeluarkan tidak terlalu mahal
Kerugian = Mempunyai resiko kegagalan yang tinggi, jika sistem yang baru GAGAL dioperasikan pada waktunya.
2.      KONVERSI PARALEL (PARALEL RUN)
Teknik konversi paralel run ini dilakukan dengan mengoperasikan sistem yang baru, bersama-sama dengan sistem yang lama selama satu periode tertentu.
Keuntungan = Menyediakan PROTEKSI yang tinggi kepada pihak manajemen terhadap kegagalan dari sistem baru.
Kerugian = Biaya konversi sistem yang harus dikeluarkan cukup besar & mahal
3.      KONVERSI PERCONTOHAN (PILOT APPROACH)
Teknik konversi ini biasanya dilakukan, apabila beberapa sistem yang sejenis akan diterapkan di beberapa area yang terpisah
Keuntungan
·         Resiko kegagalan sistem hanya terletak pada area tertentu saja
·         Kesalahan yang terjadi pada sistem yang baru dapat diperbaiki terlebih  dahulu, sehingga kesalahan tidak terjadi pada area yang lain
·         Personil di area lain dapat dilatih di area percontohan di dalam situasi yang nyata
Kerugian = Proses konversi sistem menjadi sangat lama, karena harus melakukan proses UJICOBA sistem dalam suatu area tertentu.

4.      KONVERSI BERTAHAP (PHASE IN CONVERTION)
Teknik konversi ini dilakukan dengan menerapkan masing-masing modul sistem yang berbeda secara urut.
Keuntungan = Memperkecil bentuk kesalahan yang akan terjadi dalam sistem yang baru, karena dilakukan secara bertahap.
Kerugian = Waktu yang dibutuhkan untuk konversi sistem baru cukup lama, karena prosesnya dilakukan secara bertahap.



no image

BAB X SELEKSI SISTEM


BAB X SELEKSI SISTEM
A.    DEFINISI SELEKSI SISTEM
Seleksi sistem adalah tahap untuk memilih perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan pada sistem informasi.
B.     PENYEDIA TEKNOLOGI
1.      Pabrik Perangkat Keras: Perusahaan yang memproduksi perangkat keras sendiri. Contoh: IBM Corporation
2.      Pabrik Perangkat Lunak: Perusahaan yang memproduksi perangkat lunak sendiri dapat berupa perangkat lunak sistem atau perangkat lunak paket aplikasi. Contoh: Microsoft Corporation.
3.      OEM Singkatan dari Original Equipment Manufacturer. OEM adalah penjual yang membeli dari perusahaan lain dengan volume besar kemudian menambah nilai-nilai gunanya dan menjual kembali secara eceran.
4.      Kontraktor Program Mandiri (Independent Program Contractor): Orang yang akan menuliskan program komputer sesuai dengan pesanan. Berfungsi sebagai programmer diluar perusahaan pemakai program.
5.      Biro Jasa (Service Bureaus): Perusahaan jasa yang menyediakan jasa pengolahan data untuk beberapa perusahaan langganannya.
6.      Dealer: Penyedia jasa dan produk yang biasanya hanya menawarkan satu macam merk tertentu saja.
7.      Toko Komputer.
C.     LANGKAH- LANGKAH MENYELEKSI & MEMILIH SISTEM
Langkah-langkah dalam menyeleksi dan memilih sistem dapat dilakukan oleh pemilih sistem sebagai berikut:
1.      Memilih penyedia teknologi.
Kebutuhan dari teknologi sistem dapat dikelompokan dalam empat kategori sebagai berikut :
a)      Perangkat keras yang sifatnya umum
b)      Perangkat keras yang spesifik untuk suatu aplikasi
c)      Perangkat lunak yang sifatnya umum
d)      Perangkat lunak yang spesifik untuk suatu aplikasi
Tidak semua penyedia produk dapat memenuhi kebutuhan ini. Tabel berikut ini dapat digunakan sebagai pedoman untuk menentukan jenis penyedia produk mana yang tepat untuk masing – masing kategori kebutuhan teknologi ini.
2.      Meminta proposal dari penjual. Proposal ini nantinya akan digunakan sebagai suatu dasar penilaian untuk penyedia teknologi yang paling tepat.
Evaluasi proposal dari vendor :
a)      Desk Checking Proposal Element
b)      Technical Performance Criteria Comparisons
·         Software Technical Performance Criteria Comparisons
·         Software Technical Performance Criteria Comparisons
c)      General Performance Criteria Comparisons
d)      Benchmark & Simulation Test
e)      Single Vendor vs Multiple Vendor
f)       Price & Contract Negotiations
g)      Acquisition & Financing Methods
h)      Cost Effectiveness Analysis of GSD Alts
3.      Menyaring penjual. Hanya proposal yang memenuhi syarat saja yang akan dievaluasi, untuk menentukan penjual mana yang memenuhi syarat.
4.      Mengevaluasi penjual yang lolos saringan. Proposal yang telah lolos saringan lebih lanjut perlu dibandingkan satu dengan yang lainnya dan diranking untuk menentukan penjual mana yang direkomendasi.
Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan di dalam mengevaluasi perangkat keras yang ditawarkan oleh penjual adalah sebagai berikut :
a.       Ketahanan
Penilaian terhadap ketahanan suatu produk dapat dilakukan dengan cara mengetesnya dengan suatu program iterasi dalam jangka waktu proses tertentu.
b.      Kecepatan proses
Penilaian ini dapat dilakukan dengan benchmark test.
c.       Bentuk
Cara penilaian ini adalah dengan melihat secara langsung ujud dari perangkat kerasnya.
d.      Harga
Cara penilaian ini adalah dengan melihat harga yang ditawarkann dalam proposal.
e.       Kompatibilitas
Merupakan kesesuaian dnegan perangkat keras pembanding lainnya. Perangkat keras pembanding ini dapat berupa perangkat keras tertentu yang dijadikan sebagai standar atau perangkat keras yang sudah dimliki oleh perusahaan yang akan tetap digunakan. Cara penilaian ini adalah dengan menjalankan program aplikasi yang beroperasi dengan baik diperangkat pembanding keperangkat keras yang akan di uji.
f.        Modularitas
Merupakan kemudahan dari perangkat keras untuk dikembangkan dikemudian hari. Cara penilaian ini dengan melihat dan meminta pendapat dari oranglain yang sudah menggunakan perangkat keras tersebut.
g.      Pengendalian perangkat keras
Merupakan pengendalian yang sudah terpasang (built in) didalam perangkat kerasnya. Cara penilaian ini adalah dengan mencoba langsung perangkat keras untuk pengendalian yang diinginkan.
h.      Skedul pengiriman
Penilaian ini merupakan penilaian terhadap ketepatan pengiriman sesuai dengan skedul yang telah ditetapkan. Cara penilaian ini adalah dengan melihat pengalaman dari orang lain yang pernah membeli perangkat keras dari penjual yang sama.
i.        Pendukung dan jaminan purna jual.
Yang termasuk dari faktor – faktor ini sebagai berikut :
·         Pelatihan
·         Dokumentasi manual yang lengkap
·         Bantuan instalasi dan operasi
·         Pengetesan
·         Garansi
·         Fasilitas penggantian selama perbaikan dan jaminan suku cadang
·         Perawatan dan reparasi
·         Reputasi penjual
·         Pengalaman penjual
·         Kondisi keuangan penjual
Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan didalam mengevaluasi perangkat lunak paket aplikasi yang ditawarkan oleh penjual adalah sebagai berikut :
a)      Kemudahan digunakan
b)      Modularitas dan kemudahan dimodifikasi
c)      Kecepatan proses
d)      Kelengkapannya
e)      Pengendalian terprogram yang ada
f)       Dukungan – dukungan
5.      Membuat kontrak. Setelah semua proposal yang memenuhi syarat telah dievaluasi dan telah didapatkan rankingnya untuk tiap-tiap proposal, maka rekomendasi perlu diberikan kepada manajemen. Setelah manajemen memutuskan penjual mana yang menjadi pemenang maka kontrak pengadaan perangkat keras/perangkat lunak perlu dibuat. Tujuan kontrak adalah untuk membuktikan siapa yang bersalah jika terjadi perselisihan dikemudian hari dan tindakan apa saja yang harus dilakukan.
Hal yang perlu tercantum di kontrak :
a.       Jaminan garansi kerja
b.      Kewajiban – kewajiban akibat putus kontrak
c.       Penalti jika terjadi kegagalan
d.      Cara pembayaran
e.       Pengaturan – pengaturan lain


BAB IX PERANGKAT PERMODELAN SISTEM

BAB IX PERANGKAT PERMODELAN SISTEM


BAB IX PERANGKAT PERMODELAN SISTEM
A.    Definisi dan Tujuan
Adalah peralatan yang digunakan untuk menggambarkan elemen – elemen yang terkait dalampembangunan suatu sistem . Mempermudah para perancang sistemuntuk mengetahui detail sistem yangdibangun, mempermudah modifikasi pada tahap perancangan serta untuk mendapatkan gambaran informasi / data yang akan diinputkan dan dihasilkan lebih detail.
B.     Fungsi
Dapat memfokuskan perhatian pada hal – hal penting dalam sistem tanpa harus terlibat lebih jauh, mendiskusikan perubahan dan koreksi terhadap kebutuhan pengguna dengan resiko dan biaya minimal serta menguji pengertian penganalisa sistem terhadap kebutuhan pemakai dan membantu pendesain sistem dan programmer membangun sistem.
C.     Peran perangkat pemodelan
1.      Komunikasi = Perangkat pemodelan dapat digunakan sebagai alat komunikasi antara pemakai dengan analis sistem dalam pengembangan sistem.
2.      Eksperimentasi = Pengembangan sistem bersifat trial and error.
3.      Prediksi = Model meramalkan bagaimana suatu sistem akan bekerja
Jenis perangkat pemodelan antara lain :
1)      Diagram Arus Data (DFD) = Menunjukkan proses yang dijalankan data dalam sistem.
2)      Kamus Data = Definisi elemen data dalam sistem.
3)      Entity Relationship Diagram (ERD) = Model penyimpanan data dalam DFD.
4)      State Transition Diagram (STD) = Menunjukkan keadaan tertentu dimana suatu sistem dapat ada dan transisi yang menghasilkan keadaan tertentu yang baru. STD digunakan untuk sistem yang real time.
5)      Bagan Struktur = Menggambarkan suatu hierarki modul program perangkat lunak termasuk dokumentasi interface antar modul.
6)      Diagram Alur Program Terstruktur (Structured Program Flowchart) = Menggambarkan alur dan logika program.
7)      Alat Spesifikasi Proses = Memberikan deskripsi yang lengkap tentang prosesproses yang ditemukan dalam diagram alur data tingkat dasar.
Contoh :         
·         Bahasa Inggris Terstruktur
·         Tabel Keputusan
·         Pohon Keputusan
·         Persamaan
8)      Diagram WarnierOrr (WOD) = Menunjukkan penguraian hierarkhi proses atau data.
9)      Diagram Jackson = Membuat model struktur program perangkat lunak dari struktur data.
Ada beberapa perangkat permodelan sistem yang digunakan dalam merancang sistem, yaitu :
1.      SYSTEM FLOWCHART
System flowchart dapat didefinisikan sebagai bagan yang menunjukkan arus pekerjaan secara keseluruhan dari sistem. Bagan ini menjelaskan urut-urutan dari prosedur – proseduryang ada di dalam sistem. Bagan alir sistem menunjukkan apa yang dikerjakan di sistem. Simbol dan Notasi Flowchart dipakai sebagai alat bantu menggambarkan proses di dalam program dan dibagi menjadi tiga kelompok :
·         ♦ Flow Direction Symbols ♦
Dipakai untuk menggabungkan antara symbol yang satu dengan symbol lainnya.
 
   
Symbol Off-line Connector (Simbol untuk keluar/masuk prosedure atau proses dalam lembar/halaman yang lain).

Symbol Connector (Simbol untuk keluar/masuk prosedur atau proses dalam   lembar/halaman yang sama).
·         ♦ Processing symbols ♦
Menunjukkan jenis operasi pengolahan dalam suatu prosedur.

Symbol Process (Simbol yang menunjukkan pengolahan yang dilakukan oleh komputer).

Symbol Manual Operation (Simbol yang menunjukkan pengolahan yang  tidak dilakukan oleh komputer).
                               
Symbol Decision (Simbol untuk kondisi yang akan menghasilkan beberapa   kemungkinan jawaban/aksi).


 


Symbol Predefined Process (Simbol untuk mempersiapkan penyimpanan yang akan digunakan sebagai tempat pengolahan di dalam storage).
 

Symbol Terminal (Simbol untuk permulaan atau akhir dari suatu program).
 


Symbol Off-line Storage (Simbol yang menunjukkan bahwa data di dalam symbol ini akan disimpan).
 

Symbol Manual Input (Simbol untuk pemasukan data secara manual on-line keyboard).
 

Symbol Keying Operation (Simbol operasi dengan menggunakan mesin yang mempunyai keyboard).
·      ♦ Input-output symbols ♦
Menyatakan jenis peralatan yang digunakan sebagai media input atau output.

Symbol input – output (Symbol yang menyatakan proses input dan output tanpa tergantung dengan jenis peralatannya).

Symbol magnetic-tape unit (Symbol yang menyatakan input berasal pita magnetic atau output disimpan ke pita magnetic).

Symbol punched card (Symbol yang menyatakan input berasal dari kartu atau output ditulis ke kartu).

Symbol disk and on-line storage (Symbol untuk menyatakan input berasal dari disk atau output disimpan ke disk).

Symbol display (Symbol yang menyatakan peralatan output yang digunakan yaitu layar, plotter, printer, dan sebagainya).

Symbol dokumen (symbol yang menyatakan input berasal dari dokumen dalam bentuk kertas atau output dicetak ke kertas).

2.      DATA FLOW DIAGRAM
Data Flow Diagram digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika.
DFD berfungsi untuk menggambarkan proses aliran data yang terjadi di dalam sistem dari tingkat yang tertinggi sampai yang terendah, yang memungkinkan kita untuk melakukan dekomposisi, mempartisi atau membagi sistem kedalam bagian-bagian yang lebih kecil dan yang lebih sederhana (Hartono, 1999:684).

Beberapa simbol dalam DFD antara lain:
1)   External entity (kesatuan luar)
Kesatuan luar merupakan kesatuan (entity) di lingkungan luar sistem yang dapat berupa orang, organisasi atau sistem lainnya yang berada di lingkungan luarnya yang akan memberikan input atau menerima output dari sistem. Kesauan luar dapat berupa:
a.    Suatu kantor, departemen, aau divisi dalam perusahaan.
b.    Orang atau sekolompok orang di organisasi tersebut.
c. Suatu organisasi atau orang yang berada di luar organisasi seperti misalnya langganan, pemasok.
d.    Penerima akhir dari suatu laporan yang dihasilkan oleh sistem.
Simbol: kesatuan luar dapat digambarkan dengan suatu notasi kotak.



 


2)   Data flow (arus data)
Arus data mengalir diantara proses, simpanan data dan kesatuan luar. Arus data ini menunjukkan arus dari data yang dapat berupa masukan untuk sistem atau hasil dari proses sistem dan dapat berbentuk sebagai berikut:
a.    Formulir atau dokumen yang digunakan di perusahaan.
b.    Laporan tercetak yang dihasilkan oleh sistem.
c.    Masukan untuk komputer.
d.    Data yang dibaca atau direkamkan ke suatu file.
e.    Suatu isian yang dapat dicatat pada buku agenda.
Simbol: Arus data dapat digambarkan dengan suatu panah.


3)   Process (proses)
Suatu proses adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang, mesin atau computer dari hasil suatu arus data yang masuk ke dalam proses untuk dihasilkan arus data yang akan keluar dari proses.


Simbol:
                                                  
4)   Data store (simpanan data)
Simpanan Data (Data Store) merupakan simpanan dari data yang dapat berupa:
a.    Suatu file atau database di sistem computer.
b.    Suatu arsip atau catatan manual.
c.    Suatu tabel acuan manual.          
d.    Suatu agenda atau buku.
Simbol:


3.    SYSTEM PROCEDURE DIAGRAM (FLOWMAP)
Digunakan untuk mendefinisikan hubungan antara bagian (pelaku proses), proses (manual atau berbasis komputer) dan aliran data (dalam bentuk dokumen masukan dan keluaran).
System Procedure Diagram menggunakan simbol – simbol sebagai berikut :

a.       Simbol  Dokumen: digunakan untuk menggambarkan input-output berupa dokumen yang printable dan berwujud, contohnya : barang yang dibeli, KTP, KTM, email (karena printable), kwitansi dan lainnya.
b.      Simbol Proses Computer: Untuk menggambarkan jalannya sistem yang ada. Contohnya,jika kita memakai Ms. Excel atau website untuk save/insert/update/delete data, pakailah simbol ini.
c.       Simbol Proses Manual: Kegiatan proses yang di lakukan dengan manual.
d.      Garis alir: Menunjukan alir data dari atau ke proses.
e.       Simbol Data: sama halnya dengan simbol dokumen, simbol ini digunakan untuk menggambarkan input-output, hanya saja yang non-printable, contohnya data diri registrasi email, atau memberikan komentar kepada sistem.
f.        Database: Tempat penyimpanan data berbasis database.
g.      Simbol Storage: Simbol ini merupakan simbol input-output, tapi biasanya harus mempunyai panah masuk dan keluar dari proses yang sifatnya computerized (yang petak segi empat).
Aturan Membuat Flowmap
Untuk membuat sebuah analisis menggunakan flowmap seorang analis dan programmer memerlukan beberapa tahapan, diantarnya:
a)      Flowmap digambarkan dari halaman atas ke bawah dan dari kiri ke kanan.
b)      Aktivitas yang digambarkan harus didefinisikan secara hati-hati dan definisi ini harus dapat dimengerti oleh pembacanya.
c)      Kapan aktivitas dimulai dan berakhir harus ditentukan secara jelas.
d)      Setiap langkah dari aktivitas harus diuraikan dengan menggunakan deskripsi kata kerja, misalkan MENGHITUNG PAJAK PENJUALAN.
e)      Setiap langkah dari aktivitas harus berada pada urutan yang benar.
f)       Lingkup dan range dari aktifitas yang sedang digambarkan harus ditelusuri dengan hati – hati.
g)      Percabangan – percabangan yang memotong aktivitas yang sedang digambarkan tidak perlu digambarkan pada flowchart yang sama. Simbol konektor harus digunakan dan percabangannya diletakan pada halaman yang terpisah atau hilangkan seluruhnya bila percabangannya tidak berkaitan dengan system.


Copyright © 2014 PEMBELAJARAN All Right Reserved