BAB V TEKNIK PENGUMPULAN DATA
A.
Pengertian
Data adalah sesuatu yang belum mempunyai arti bagi penerimanya dan masih
memerlukan adanya suatu pengolahan. Data bisa berujut suatu keadaan, gambar,
suara, huruf, angka, matematika, bahasa ataupun simbol-simbol lainnya yang bisa
kita gunakan sebagai bahan untuk melihat lingkungan, obyek, kejadian
ataupunsuatu konsep.
Informasi merupakan hasil pengolahan
dari sebuah model, formasi, organisasi, ataupun suatu perubahan bentuk dari
data yang memiliki nilai tertentu, dan bisa digunakan untuk menambah
pengetahuan bagi yang menerimanya. Dalam hal ini, data bisa dianggap sebagai
obyek dan informasi adalah suatu subyek yang bermanfaat bagi penerimanya.
Informasi juga bisa disebut sebagai hasil pengolahan ataupun pemrosesan data.
Dalam penelitian, teknik pengumpulan
data merupakan faktor penting demi keberhasilan penelitian. Hal ini berkaitan
dengan bagaimana cara mengumpulkan data, siapa sumbernya, dan apa alat yang
digunakan. Jenis sumber data adalah mengenai dari mana data diperoleh. Apakah
data diperoleh dari sumber langsung (data primer) atau data diperoleh dari
sumber tidak langsung (data sekunder).
Metode Pengumpulan Data merupakan teknik
atau cara yang dilakukan untuk mengumpulkan data. Metode menunjuk suatu cara
sehingga dapat diperlihatkan penggunaannya melalui angket, wawancara,
pengamatan, tes, dkoumentasi dan sebagainya.
Sedangkan Instrumen Pengumpul Data
merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan data. Karena berupa
alat, maka instrumen dapat berupa lembar cek list, kuesioner (angket terbuka /
tertutup), pedoman wawancara, camera photo dan lainnya.
B.
Teknik
Pengumpulan Data
1)
Metode
Obserpasi
Teknik observasi adalah teknik
pengumpulan data dengan cara peneliti melakukan pengamatan secara langsung di
lapangan. Pengamatat disebut observer yang diamati disebut observer.
Metode observasi merupakan metode pengumpul data yang dilakukan dengan cara
mengamati dan mencatat secara sistematik gejala-gejala yang diselidiki
(Supardi, 2006 : 88). Observasi dilakukan menurut prosedur dan aturan tertentu
sehingga dapat diulangi kembali oleh peneliti dan hasil observasi memberikan
kemungkinan untuk ditafsirkan secara ilmiah.
Pengamatan dalam istilah sederhana
adalah proses peneliti dalam melihat situasi penelitian. Teknik ini sangat
relevan digunakan dalam penelitian kelas yang meliputi pengamatan kondisi
interaksi pembelajaran, tingkah laku anak dan interaksi anak dan kelompoknya.
Pengamatan dapat dilakukan secara bebas dan terstruktur. Alat yang bisa
digunakan dalam pengamatan adalah lembar pengamatan, ceklist, catatan kejadian
dan lain-lain.
Beberapa informasi yang diperoleh dari
hasil observasi adalah ruang (tempat), pelaku, kegiatan, objek, perbuatan,
kejadian atau peristiwa, waktu, perasan. Alasan peneliti melakukan observasi
adalah untuk menyajikan gambaran realistik perilaku atau kejadian, untuk
menjawab pertanyaan, untuk membantu mengerti perilaku manusia, dan untuk
evaluasi yaitu melakukan pengukuran terhadap aspek tertentu melakukan umpan
balik terhadap pengukuran tersebut.
Secara umum observasi
dapat dilakukan dengan cara yaitu :
1.
Observasi Partisipan
Observasi partisipan adalah apabila observasi (orang yang melakukan
observasi) turut ambil bagian atau berada dalam keadaan obyek yang diobservas
(Supardi, 2006).
Dalam observasi ini, peneliti secara langsung terlibat dalam kegiatam
sehari-hari orang atau situasi yang diamati sebagai sumber data. Misalnya
seorang guru dapat melakukan observasi mengenai bagaimana perilaku siswa,
semangat siswa, kemampuan manajerial kepala sekolah, hubungan antar guru, dsb.
2. Observasi Non Partisipan
Merupakan suatu proses pengamatan observer tanpa ikut dalam kehidupan orang
yang diobservasi dan secara terpisah berkedudukan sebagai pengamat (Margono,
2005 : 161-162).
Berlawanan dengan participant Observation, Non Participant merupakan
observasi yang penelitinya tidak ikut secara langsung dalam kegiatan atau
proses yang sedang diamati. Misalnya penelitian tentang pola pembinaan
olahraga, seorang peneliti yang menempatkan dirinya sebagai pengamat dan mencatat
berbagai peristiwa yang dianggap perlu sebagai data penelitian.
Alat yang digunakan dalam teknik
observasi ini antara lain : lembar cek list, buku catatan, kamera photo, dan
lain-lain. Observasi diartikan sebagai pengamatan dengan indera penglihatan
yang berarti tidak mengajukan pertanyaan.
Tabel. Kelebihan dan Kelemahan Observasi
Non Partisipan
|
Kelebihan
|
|
1. Murah
dan mudah dilaksanakan.
2. Dapat
dilakukan secara serempak dengan observer lebih dari satu.
3. Observer yang sibuk biasanya tidak keberatan untuk diamati. |
|
Kelemahan
|
|
1. Peneliti
tidak akan memperoleh data yang mendalam karena hanya bertindak sebagai
pengamat dari luar tanpa mengetahui makna yang terkandung di dalam peristiwa.
2. Banyak peristiwa psikis yang tidak dapat diamati, misalnya cinta,
simpatik, harapan.
3. Observer dapat sengaja memberikan kesan yang menyenangkan atau sebaliknya. 4. Observasi banyak dipengaruhi oleh factor-faktor yang tidak dapat diamati. |
|
|
2)
Teknik Kuesioner
Angket atau kuesioner merupakan suatu
teknik pengumpulan data secara tidak langsung (peneliti tidak langsung bertanya
jawab dengan responden). Instrumen atau alat pengumpulan datanya juga disebut
angket berisi sejumlah pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab atau direspon
oleh responden (Sutopo, 2006: 82). Responden mempunyai kebebasan untuk
memberikan jawaban atau respon sesuai dengan persepsinya.
Kuesioner (angket) merupakan teknik pengumpulan data
yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan
tertulis kepada responden untuk dijawabnya, dimana peneliti tidak langsung
bertanya jawab dengan responden (Sutopo, 2006: 87). Karena angket dijawab atau
diisi oleh responden dan peneliti tidak selalu bertemu langsung dengan
responden, maka dalam menyusun angket perlu diperhatikan beberapa hal. Pertama,
sebelum butir-butir pertanyaan atau peryataan ada pengantar atau petunjuk
pengisian. Kedua, butir-butir pertanyaan dirumuskan secara jelas menggunakan
kata-kata yang lazim digunakan (popular), kalimat tidak terlalu panjang. Dan
ketiga, untuk setiap pertanyaan atau pernyataan terbuka dan berstruktur
disesuaikan kolom untuk menuliskan jawaban atau respon dari responden
secukupnya.
Teknik angket adalah teknik pengumpulan data dengan
cara mengajukan daftar pertanyaan yang harus diisi oleh responden.
Jenis – jenis angket menurut cara penyampaiannya
meliputi hal – hal berikut :
1. Angket langsung : informasi tentang dirinya sendiri.
2. Angket tidak langsung : informasi tentang orang lain.
Perbedaan wawancara dengan percakapan
sehari – hari meliputi hal – hal berikut :
1. Pertanyaan tertutup : Alternatif jawaban sudah
disediakan, responden tinggal memilih.
2. Pertanyaan terbuka : Alternatif jawaban tidak
disediakan, responden bebas memberikan jawaban.
Langkah
penyusunan angket meliputi hal – hal berikut :
1. Menentukan variabel yang akan dipergunakan.
2. Menentukan variabel yang dibutuhkan setiap variabel.
3. Menentukan jawaban yang dibutuhkan setiap variable.
4. Menentukan jenis data yang akan dikumpulkan.
Tabel. Kelebihan dan Kelemahan Teknik
Angket
|
Kelebihan
|
|
1. Efisiensi waktu, biaya, dan tenaga.
2. Hasil dapat segera diumumkan.
3. Dapat menjangkau daerah yang luas dan jumlah populasi yang banyak. |
|
Kekurangan
|
|
|
|
1. Banyak
unsur pribadi yang tidak terungkap.
2. Sulit menyusun item yang tepat.
3. Jawaban bisa subjektif. |
3)
Metode Wawancara
Metode wawancara adalah proses tanya
jawab dalam penelitian yang berlangsung secara lisan dalam mana dua orang atau
lebih bertatap muka mendengarkan secara langsung informasi-informasi atau
keterangan-keterangan (Supardi, 2006 : 99). Sedangkan pendapat lain mengatakan
bahwa wawancara adalah percakapan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih
yaitu wawancara yang akan mengajukan pertanyaan dan orang yang akan
diwawancarai yang akan memberikan jawaban atas pertanyaan yang akan diajukan
(Moleong, 2005 : 186).
Wawancara yang juga dikenal dengan interview adalah pengumpulan data dengan
mengajukan pertanyaan secara langsung oleh pewawancara kepada responden dan
jawaban responden dicatat atau direkam. Selain itu wawancara juga dapat
dilakukan melalui telepon. Teknik wawancara dapat digunakan pada responden yang
buta huruf atau tidak terbiasa membaca atau menulis, termasuk anak-anak.
Wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk
tujuan penelitian dengan cara tanya jawab, sambil bertatap muka antara si
penanya atau pewawancara dengan si penjawab atau responden dengan menggunakan
alat yang dinamakan interview guide (panduan wawancara). Wawancara dapat
dilakukan dengan tatap muka maupun melalui telpon.
Wawancara harus diperoleh dalam waktu
yang sangat singkat serta bahasa yang digunakan harus jelas dan teratur.
Dilihat dari prosedur wawancara, metode wawancara dapat dibedakan menjadi tiga,
yaitu :
Ø
Wawancara bebas
Wawancara bebas adalah proses wawancara dimana interviewer
tidak secara sengaja mengarahkan tanya jawab pada pokok-pokok persoalan dari
fokus penelitian dan interviewer orang yang diwawancari (Supardi, 2006 : 100).
Ø
Wawancara terpimpin
Wawancara ini juga disebut dengan interview guide.
Ciri pokok wawancara terpimpin adalah bahwa pewawancara terikat oleh suatu
fungsi, bukan saja sebagai pengumpul data tetapi relevan dengan maksud
penelitian yang telah dipersiapkan, serta data pedoman yang memimpin jalannya
tanya jawab (Supardi, 2006 : 100).
Ø
Wawancara bebas terpimpin
Wawancara bebas terpimpin adalah kombinasi antara
wawancara bebas dengan terpimpin (Supardi, 2006 :100). Jadi pewawancara hanya
membuat pokok-pokok masalah yang akan diteliti, selanjutnya dalam proses
wawancara berlangsung mengikuti situasi pewawancara harus pandai mengarahkan
yang diwawancarai apabila ternyata ia menyimpang.
Pada penelitian ini akan digunakan teknik wawancara
yang menggunakan petunjuk umum wawancara, dimana sebelum bertemu dengan
informan, peneliti akan mempersiapkan berbagai hal yang akan ditanyakan
sehingga berbagai hal yang ingin diketahui dapat lebih terfokus.
Jenis-
jenis wawancara, yaitu :
a) Wawancara Tatap Muka
Beberapa kelebihan wawancara tatap muka antara lain :
v Bisa membangun hubungan dan memotivasi responden
v Bisa mengklarifikasi pertanyaan, menjernihkan
keraguan, menambah pertanyaan baru
v Bisa membaca isyarat non verbal
v Bisa memperoleh data yang banyak
Kekurangannya adalah :
v Membutuhkan waktu yang lama.
v Biaya besar jika responden yang akan diwawancara
berada di beberapa daerah terpisah.
v Responden mungkin meragukan kerahasiaan informasi yang
diberikan.
v Pewawancara perlu dilatih
v Bisa menimbulkan bias pewawancara
v Responden bias menghentikan wawancara kapanpun
b) Wawancara via phone
Kelebihan :
v Biaya lebih sedikit dan lebih cepat dari warancara
tatap muka
v Bisa menjangkau daerah geografis yang luas
v Anomalitas lebih besar dibanding wawancara pribadi
(tatap muka).
Kelemahan :
v Isyarat non verbal tidak bisa dibaca.
v Wawancara harus diusahakan singkat.
v Nomor telpon yang tidak terpakai bisa dihubungi, dan
nomor yang tidak terdaftar pun dihilangkan dari sampel.
Adapun data-data yang dikumpulkan dengan menggunakan
wawancara tersebut di atas adalah seperti : pelaksanaan proses belajar mengajar
dalam rangka meningkatkan nilai UAN.